Jual Genteng Nglayur trenggalek

PERUSAHAAN KAMI TERPERCAYA SEJAK TAHUN 1986,KAMI BERUSAHA MEMBERIKAN YANG TERBAIK BUAT COSTUMER.KEPERCAYAAN ANDA ADALAH TUJUAN UTAMA KAMI,website INI INOVASI DARI JGENTENG.BLOGSPOT.COM

Permasalahan Lantai Dan Pondasi Serta Cara Mengatasinya



PROBLEM PADA LANTAI DAN PONDASI SERTA CARA MENGATASINYA


Lantai dan pondasi pada bangunan menjadi elemen yang sangat penting karena berfungsi menopang bodi bangunan tersebut. Tanpa struktur pondasi yang baik, mustahil sebuah bangunan bisa berdiri dengan tegak dan kokoh. Pondasi kebanyakan dibuat dari campuran batu bata, semen, dan batuan lainnya. Namun, kadang seiring berjalannya waktu, pondasi dan lantai bangunan bisa saja mengalami permasalahan, biasanya berhubungan dengan keretakan, kebocoran, ubin yang bergerak naik, dan segala permasalahan lain yang berkaitan dengan lantai dan pondasi.
Untuk mengatasi problem – problem pada lantai dan pondasi, terlebih dahulu identifikasikan apa penyebabnya. Setelah penyebab masalah pondasi ini terungkap, kita bisa mencari solusi untuk menanganinya.

1. Pondasi yang retak

Keretakan pada pondasi menjadi salah satu masalah yang kerap dialami bangunan dan rumah, terutama yang berdiri di atas kondisi tanah yang labil. Kebanyakan, rumah – rumah yang berlokasi di pinggiran tebing lebih riskan mengalami keretakan dalam pondasi ini. Meski begitu, pondasi yang retak ini bisa juga karena di dalam tanah terdapat lubang atau rumah rayap, yang mengakibatkan permukaan tanah di atasnya menjadi labil. Sayangnya, kadang keretakan ini tidak disadari oleh pemilik rumah, terutama jika lantai yang retak ini tertutupi karpet atau furnitur. Biasanya, kita baru akan menyadari adanya keretakan setelah semut dan hewan – hewan kecil lain keluar dari retakan tersebut. Solusi pondasi yang retakyakni dengan menambal area yang retak dengan semen, kemudian menutupinya kembali dengan ubin.

2. Kebocoran

Kebocoran tidak hanya bisa terjadi pada pipa atau saluran. Nyatanya, pondasi bisa juga mengalami kebocoran yang disebabkan kondisi tanah dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Akibatnya, akan ada rembesan air yang keluar melalui celah pada pondasi atau lantai. Kondisi tanah yang lembab dan basah ini juga bisa menyebabkan tanah menjadi mengkerut dan tidak stabil.
Kebocoran pada pondasi ini juga bisa disebabkan adanya pipa air yang bocor yang lokasinya tertanam tak jauh dari pondasi rumah tersebut. Jika hal ini yang terjadi, maka kita perlu memperbaiki pipa yang bocor tersebut terlebih dahulu, baru beranjak memperbaiki kebocoran pada pondasi dengan menambal celah yang bisa menjadi tempat  air yang merembes.

3. Bunyi yang tidak merata di seluruh permukaan lantai

Ketika kita berjalan dan menghentakan kaki di lantai, kita akan mendengar adanya suara langkah kaki yang tercipta. Tapi, kadang frekuensi suaranya berbeda dari satu permukaan ke permukaan lantai yang lain. Hal ini bisa menjadi pertanda permukaan lantai yang tidak rata. Jika Anda menemukan sebuah area pada lantai di mana bunyi yang tercipta begitu dalam dan bergema, Anda patut mencurigai kemungkinan adanya lubang yang cukup besar di bawah pondasi.

4. Permukaan tanah mengembang / melebar (bulging)

Permukaan tanah yang tadinya normal bisa saja mengembang atau melebar. Hal ini terjadi karena adanya tekanan dari dalam tanah, bisa berupa gas, kandungan air, atau adanya hewan – hewan yang membangun sarang di dalam tanah, atau karena perubahan temperatur yang tidak dipertimbangkan oleh kontraktor sebelum memasang. Ketika tanah menjadi melebar, hal ini ditandai dengan permukaan lantai atau ubin yang tak rata. Jika dibiarkan terlalu lama, akibatnya ubin akan retak karena tak mampu menahan tekanan akibat pengembangan tanah tersebut. Untuk itu, sebelum memasang ubin, baiknya jangan terlalu rapat dan pertimbangkan untuk menyediakan space jika tanah sewaktu – waktu akan memuai atau mengembang akibat perubahan suhu.

5. Permukaan lantai berlumut

Kondisi lantai yang lembab dan berlumut ini kerap ditemui, terutama pada lantai yang dekat dengan area kamar mandi, dekat dengan area outdoor, dan area – area lain yang terpapar air dalam intensitas yang tinggi. Lantai yang lembab dan berlumut ini akan menjadi sangat licin, mengakibatkan siapa saja bisa terpeleset bila berjalan di atasnya. Untuk mengatasi masalah lumut yang tumbuh pada lantai, cukup sikat dengan bersih sesering mungkin dan selalu jaga agar permukaanya tetap kering, misalnya dengan memasang dehumidifier di area dekat dengan lantai tersebut.

6. Pondasi tanah menurun atau hilang sebagian

Pondasi tanah yang menurun atau hilang sebagianini kerap terjadi pada rumah atau bangunan yang lokasinya berada di pinggir tebing, di area pegunungan, di tepi pantai, atau di pinggir sungai di mana kondisi tanahnya labil atau mudah tergerus air. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan, karena jika pondasi tanah menurun sebagian, dikhawatirkan bangunan rumah akan roboh sewaktu – waktu. Jika kondisinya belum begitu parah, Anda mungkin bisa memperkuat pondasinya dengan memasang struktur dari kayu atau bambu sebagai penyangga. Namun jika penurunan ini cukup parah, pertimbangkan untuk pindah dari rumah tersebut.
Selamat mencoba

GENTENG KARANG PILANG NGLAYUR ASLI TRENGGALEK-082142246574

GENTENG Karang Pilang Trenggalek -082142246574,sudah terkenal merupakan genteng dengan kualitas premium untuk kelas genteng tanah liat. Struktur genteng yang presisi, padat, kuat dan kokoh yang membuat genteng karang pilang tidak mudah pecah, tidak merembes air ketika hujan, tidak mudah lumutan meski terpasang selama puluan tahun dan tidak mudah berubah warna.

Dengan adanya aneka genteng karang pilang, memudahkan anda untuk memilih mana yang terbaik dan cocok sebagi pelindung rumah anda, karena membangun rumah atau bangunan dengan memakai genteng karang pilang, membuat rumah terasa sejuk saat musim panas karena bahan tanah liat yang efektif menahan panas.

Sebagai distributor genteng karang pilang kami selalu menyediakan berbagai jenis dan tipe karang pilang Trenggalek. Jika memang anda sedang mencari genteng  berbagai tipe dan ukuran, maka jangan ragu untuk hubungi kami, produsen genteng karang pilang di Trenggalek atau datang ke kantor kami. Berapapun kebutuhan Genteng Karang Pilang anda, GENTENG TRENGGALEK siap melayani anda. Siap kirim ke berbagai kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali, serta seluruh wilayah Indonesia. Atau bisa Call /Order 082142246574.

TAHAP PENGECATAN BERBAGAI BIDANG


Ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan pengecatan, yang paling berpengaruh adalah kualitas atau mutu bahan yang akan dicat itu sendiri (terlepas dari kualitas cat yang dipakai). Masalah yang sering timbul akibat dari kualitas mutu bahan yang akan dicat jelek biasanya adalah belang-belang seperti basah (bila kadar air dalam bahan yang dicat terlalu tinggi), lapisan cat yang menggelembung. Sedangkan bila yang dipakai adalah cat dengan kualitas rendah maka masalah yang sering terjadi adalah pengapuran, atau warnanya luntur.

Agar pengecatan dapat berhasil dengan baik, maka beberapa langkah berikut perlu untuk diperhatikan, yaitu:

  1.    Pilih jenis cat yang tepat guna.Faktor nomor satu yang harus kita tentukan adalah untuk bidang manakah cat itu akan digunakan, untuk bidang interior atau untuk eksterior; untuk mendapatkan hasil maksimal usahakan menggunakan produk cat yang tepat guna.
  2. Gunakan produk yang transparan. Bandingkan beberapa produk cat, baca keterangan/ aturan pemakaian dan yang tidak kalah pentingnya data teknis yang ada pada kemasan masing-masing.
  3. Tentukan pilihan warna. Satu hal yang juga perlu menjadi bahan pertimbangan dalam memilih cat adalah tersedianya warna-warna yang bisa memenuhi selera kita.
  4.   Hitung jumlah kebutuhan.Bila sudah bisa menentukan jenis cat, merek serta warna cat yang akan gunakan, selanjutnya adalah menentukan berapa banyak cat yang diperlukan untuk sebuah ruangan atau tempat yang akan dicat.
A. PENGECATAN DINDING

Yang harus di lakukan untuk memulai proses pengecetan adalah menyiapkan permukaan yang akan dicat. Pastikan permukaan dinding bersih dan kering untuk mencegah terjadinya pengelupasan. Kerjakan pengecatan pada siang hari. Mulai dari dekat jendela. menuju ke ruang dalam. Bila mengecat seluruh ruangan, kerjakanlah mulai dari langit – langit yang diteruskan ke dinding dekat kusen jendela, pintu-pintu, dan kemudian ke bagian bawah. Lakukanlah pembuangan sisa saat melakukan pengecatan karena kita harus bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan menghindarkan membuang limbah/sisa cat ke dalam saluran pembuangan. Terakhir adalah membiarkan sisa cat mengering di wadahnya sebelum dibuang ketempat sampah.

a. Pemberian Cat Dasar
 
Cat dasar untuk tembok dibagi dua, yaitu cat dasar yang berupa varnish dasar air yaitu cat tanpa pigmen dengan dasar emulsi acrylic 100%.Cat dasar ini biasanya disebut Wall Sealer Water Base. Wall Sealer sangat baik untuk tembok baru yang banyak retak rambut untuk mengisi celah-ch cat dasar yang berupa cat tembok warna putih dengan dasar emulsi acrylic 100% dan mempunyai daya tahan alkali yang tinggi, daya rekat serta daya isi yang baik serta kadar bahan anti jamur cukup tinggi. Cat dasar ini disebut Alkali Resisting Primer atau Undercoat Tembok.
Cara pemakaiannya adalah; encerkan cat sesuai dengan petunjuk pabrik, jangan berlebihan, karena dapat menghilangkan fungsi cat dasar.

b. Langkah Pengecatan

  1.     Reaksi pengerasan (curing) semen pada plesteran harus sudah sempurna, minimal harus ditunggu selama 28 hari.
  2.    Periksa kelembaban tembok. Gunakan alat protimeter, yaitu alat pengukur kadar air.Kadar air harus sudah di bawah 18 %.
  3.   Periksa kadar alkali tembok.Gunakan kertas lakmus untuk mengukur pH (derjat keasaman/alkali). Kadar alkali harus menunjukkan kurang lebih pH 8.Kalau lebih dari pH 8, berarti reaksi semen belum sempurna dan tembok belum layak dicat.
  4.   Kalau kadar air sudah rendah, tetapi kadar alkali masih tinggi, berarti masih ada semen bebas yang belum beraksi karena kekurangan air.
  5.  Basahkan permukaan tembok dengan air bersih.
  6. Bila semua persyaratan diatas sudah terpenuhi, bersihkan permukaan dari bekas percikan semen, Efflorescene (pengkristalan garam), pengapuran, debu, kotoran, dan minyak. Gosok permukaan tembok dengan kertas amplas kasar atau sikat sambil permukaan tembok dibasahi air bersih. Kemudian keringkan dengan kain lap yang bersih.
  7.  Cuci permukaan tembok dengan larutan asam chlorida (HCl) 10-15% untuk menetralkan alkali yang masih ada dan juga mengetching permukaan tembok agak lebih kasar sehingga daya lekat lebih baik.
  8. Bila permukaan tembok berlumut atau berjamur cuci dengan larutan kaporit10-15%.

c. Pemberian Cat Akhir

  1.  Persiapan permukaan harus telah sempurna. 
  2.  Bagian-bagian tembok yang tidak akan dicat, alat-alat rumah tangga seperti kursi, meja, lantai sudah ditutup plastik atau kertas koran.
  3.  Siapkan alat alat pengecatan yang dibutuhkan, seperti kuas, roller, ember, pengaduk, tangga, dan lain-lain.
  4. Periksa kaleng cat, apakah sesuai dengan ketentuan pabrik. Catat nomor batch (lot)nya.
  5. Aduk cat sampai rata dan pengenceran sesuai dengan kebutuhan pabrik.
  6. Selang waktu antara setiap lapis harus cukup lama. Secara teoritis adalah 2-4 jam, tetap sebaiknya minimal 8 jam atau semalam.
  7. Ventilasi ruangan harus sebaik mungkin dan kalau dapat Pengecatan dilakukan waktu cuaca terang dan kering.engenceran cat jangan langsung didalam kalengnya, kecuali kalau dapat habis pada hari itu juga
  8. Tutup rapat-rapat kaleng yang yang masih ada sisa catnya untuk menghindari pembusukan.
d. Pengecatan Ulang

  1. Bila daya lekat cat lama masih baik, cuci permukaan dengan air bersih sambil digosok dengan kertas amplas/sikat. Bila perlu cuci dengan larutan ditergent, kemudia bilas dengan air bersih.
  2.  Bila permukaan cat lama masih baik daya lekatnya, tetapi berlumut/berjamur, cuci dengan larutan kaporit sambil disikat. Bilas dengan air bersih.
  3. Bila terjadi pengapuran, amplas atau bersihkan debu-debu pengapuran dengan lap yang dibasahi air sampai kelapisan cat yang tidak mengapur.
  4. Bila lapisan cat lama sudah tebal atau terkelupas, kerok seluruhnya sampai kedasar tembok.
  5. Bila lapisan lama berasal dari cat kualitas rendah dimana mudah larut dengan air, sebaiknya dikerok seluruhnya sampai kedasar tembok.
  6. 6.      Bila permukaan tembok berlumut atau berjamur cuci dengan larutankaporit 10-15%.
B. PENGECATAN PLAFON


Langkah pekerjaan pengecatan pada plafon sama dengan pengecatan pada tembok. Bahan cat yang digunakan juga adalah cat untuk tembok/dinding. Perbedaan mendasar yang ada adalah bahwa plafon terletak di bagian atas dalam posisi mendatar, sehingga diperlukan cara khusus dalam menyapukan cat pada plafon.

C. PENGECATAN GENTENG


Fungsi Umum dari Cat Genteng adalah untuk melindungi genteng dari pengaruh cuaca luar seperti lumut dan jamur sekaligus untuk memberikan keindahan dengan warna-warna sesuai pilihan.Langkah pengecatan untuk genteng baru adalah sebagai berikut;

  1. Sebaiknya pengecatan dilakukan dibawah (sebelumgentengdipasang), hal ini untuk memungkinkan seluruh permukaan genteng terlapisi oleh cat dan untuk menghindari menempelnya debu pada saat cat belum kering sempurna.
  2. Untuk genteng yang kurangpadat (porus) dianjurkanpemberianlapisanlemsesuai yang direkomendasikan (lemindeks) agar pori-pori genteng tertutup rapat sehingga cat gentengtidakbanyakterserapkedalamgenteng.
  3. Beri lapisan cat secara merata setelah cat diencerkan dengan air bersih dengan penambahan air sebesar 30 – 40 % dari volume cat.
  4. Biarkan kering sempurna (2–3 jam) sebelum diberikan lapisan berikutnya dan ulangi sampai permukaan genteng tertutup sempurna.
  5. Untuk hasil lebih sempurna beri lapisan akhir dengan vernis genteng (glassure) Untuk pengecatan genteng lama, langkah pengecatan yang dilakukan adalah sebagai berikut;
·    Bersihkan genteng lama dari debu dan kotoran lain seperti lumut atau jamur yang mungkin telah tumbuh. bila perlu gunakan sikat dan air sabun
·       Keringkan genteng sehingga benar-benar kering sebelum mulai pelapisan awal
·        Lakukan langkah-langkah selanjutnya seperti pada genteng baru.

D. PENGECATAN KAYU


Langkah pengerjaan pengecatan kayu adalah sebagai berikut;

  1. Sebelum memulai mengecat kayu,permukaannya harus bersih.
  2. Gosoklah permukaan kayu kain yang lembab untuk menghilangkan debu.
  3. Haluskan permukaan kayu dengan menggunakan kertas gosok/ampelas.
  4. Permukaan kayu yang tidak rata perlu ditambal dengan undercoat, bila diperlukan sapukanlah undercoat pada seluruh permukaan setelah kering kemudian digosok dengan ampelas.
  5. Langkah berikutnya adalah mulai melakukan pengecatan. Pengecatan dapat dilakukan menggunakan kuas ataupun dengan penyemprotan menggunakan alat spray cat.
  6. Terakhir, berikan lapisan anti gores pada kayu yang telah dicat.
  7. Untuk pengecatan ulang pada kayu, dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu langsung mengecat di atas permukaan cat yang lama atau dengan terlebih dahulu menghilangkan cat lama, kemudian baru melakukan pengecatan ulang. Langkah pekerjaan pengecatan juga sama dengan pengecatan kayu yang baru dicat.